Home »
» petani dan perkawinan kota & desa
petani dan perkawinan kota & desa
Petani eksisting ialah petani yg kita lihat sekarang. Petani yg hidup didesa, menanam padi, menunggu 4 bulan, panen lalu dijual ke pengepul.
.
.
Proses ini berlangsung setiap 4 bulan, sepanjang tahun dan bertahun tahun selama petani tsb hidup. Hal yang sama juga terjadi pada petani jagung, sawi, cabai dll. Intinya petani yang menanam tanaman, yang usia tanamannya pendek. 2 - 5 bulan.
.
.
Jenis petani ini memiliki kelebihan dari sisi cash flow yg cepat. Ada kelemahannya, yaitu effort yg dikeluarkan terlalu besar dan berulang. Habis waktu, modal dan tenaga. Apalagi saat saat sekarang, menjadi petani bukan profesi dambaan. Lah yg bapak nya petani aja gk pernah bercita-cita anaknya untuk jadi petani. Capek jadi petani. "Le, kamu harus jadi guru, jangan seperti bapak yg cuma petani". Kurang lebih seperti itu. Makanya gk heran, sudah terlalu banyak lahan pertanian yg dijual. jadi petani itu susah.
.
.
Bandingkan dengan petani durian. Petani tersebut menanam bibit, menunggu 5-8 tahun untuk akhirnya durian tersebut panen. Hal yang sama untuk jenis buah lain, kelapa, manggis, mangga, sirsak, kurma dll. Disini mereka harus bersabar beberapa tahun sampai mendapatkan panen. Setelah panen, biasanya akan rutin setiap tahun menghasilkan buah.
.
.
Kelebihan nya, petani di golongan ini butuh effort besar di awal, tapi akan dapat panen terus menerus. Kelemahannya, butuh pendapatan lain untuk menopang hidupnya. Tentu saja, modalnya juga harus besar.
.
.
Nah disini peluangnya. Masyarakat desa, bisa dibilang minim dari sisi modal. Masyarakat kota, biasanya punya uang di rekening bank. Daripada mengendap tak berguna, ada baiknya dana itu diputar ke desa desa agar menjadi aset produktif, berupa kebun kebun buah di desa. Terjadilah simbiosis mutualisme. Saling menguntungkan.
.
.
Disini pentingnya kepercayaan. Orang kota akan menyimpan uang nya di desa ketimbang di bank bilamana orang di desa bisa dipercaya. Membangun kepercayaan ini penting. Kepercayaan ini modal utama dalam pergaulan antar manusia.
.
.
Insya Allah, bila kota dan desa sudah kawin, Indonesia sejahtera. Mungkin, gk perlu hutang lagi. Aamiin
#sedekahopini
#menulispositif
#greenEngiNeeRinG







0 komentar:
Posting Komentar