Home »
» Harus End to End
Harus End to End
Sudah 3-4 bulan ini konsisten menahan sampah dapur agar tidak dibuang ke tong sampah. Sampah sampah itu dimasukkan ke dalam galon air. Sampah itu diberikan bakteri pembusuk lalu pupuk cairnya dipanen.
.
.
Tapi sampah dari dapur setiap hari ada terus. Semakin mengurangi kapasitas galon nya. Otak berfikir. Masa iya cuma diambil pupuk cairnya lalu ampasnya dibuang lagi ke tong sampah? Sama aja dong. Otak terus berfikir.
.
.
Akhirnya diputuskan, ampas dari sampah organik ini harus dimanfaatkan. Saya pakai untuk tambahan di pot tanaman. Alhamdulillah sudah sejak 4 bulan lalu tidak pernah lagi buang sampah organik dan jumlah tanaman meningkat.
.
.
Sebenarnya ada cara lain supaya sampah organik itu habis. Bisa gunakan magot bsf, bayinya lalat. Ampuh memang. Sampah nya akan habis dimakan mereka. Cek aja di YouTube. Cuma cara ini gk praktis diterapkan di lingkungan perkotaan yg padat. Bisa bertengkar dengan tetangga gara gara bau dan "jijik" nya. Hehe
.
.
Sementara ini saya masih konsisten dengan galon itu. Air lindinya saya ambil, ampas sampah organik saya gunakan untuk menanam. Efektif. Saya dan istri zero waste sampah organik. Tapi gk zero waste juga. Ternyata jumlah tanaman semakin banyak. Ini mulai berfikir mau ditempatkan dimana pot pot besar nya wkwk. Biar urusan nanti.
.
.
Kalo saja saya punya kebun, sampah nya saya tanam ke kebun. Efektif untuk pupuk tanaman. Tapi berhubung belum punya, ya cara ini aja dlu.
.
.
Skala lebih besar, bila dinas pertanian dan dinas kebersihan kota kerja sama, harusnya masalah sampah ini gk jadi masalah lagi. Sampah sampah organik dari kota bisa digunakan untuk pupuk tanaman. Atau juga kebun kebun . Sampah sampah itu gk jadi masalah terus di TPA, tempat pembuangan akhir.
.
.
Tapi sebelum jauh jauh ke pemerintah an, kita mulai yuk dengan 3M. Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, mulai dari sekarang. Dengan demikian, kita gk jadi penyumbang masalah dimanapun berada.
.
.
Tanamannya sehat, kotanya bersih, TPA nya juga gk bau. Insya Allah
.
.
#sedekahopini
#menulispositif
#greenEngiNeeRinG







0 komentar:
Posting Komentar