Yang Paling berat bagi Rasulullah....

Suatu ketika, Rasulullah ﷺ pernah ditanya oleh ibunda Aisyah radhiallahu anhu. Ibunda Aisyah bertanya pada Rasulullah ﷺ 

"ya Rasul apa yang menurutmu lebih berat daripada peristiwa Uhud"

Hadits ini merupakan hadits shahih diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Muslim. 

Mari kita simak pertanyaan dari ibunda Aisyah RA.

ibunda Aisyah radhiyallahu Anhu bertanya kepada Rasulullah ﷺ,

" ya Rasulullah apa yang paling berat bagimu selain peristiwa Uhud?"

sekarang kita flashback sebentar untuk mengetahui apa sih yang terjadi pada peristiwa uhud. Perang Uhud adalah perang ke-2 yang dilakukan oleh kaum muslimin terhadap kaum Quraisy Mekah. Saat itu,  saat jumlah kaum muslimin masih sedikit, keberadaannya belum kuat. Kaum Muslim masih kaum yang tertindas tapi sudah mulai merintis hidup di Madinah. 

Keadaannya waktu itu kaum Quraisy Mekah selalu mengganggu kaum muslim yang ada di Madinah. Mereka masih mengintimidasi orang orang Muslim. 

Kita tahu saat peristiwa perang badar Rasulullah dan para sahabat berhasil mengalahkan kaum Quraisy Mekkah. 

Tapi kebalikannya,  yang terjadi pada perang uhud bisa dikatakan umat Islam hampir saja kalah. Bahkan pada peristiwa itu, sempat Rasulullah dikabarkan telah wafat.

Sebenarnya saat perang awal,  kaum muslimin sudah hampir menang. Hanya saja karena ketidakdisiplinan kaum muslimin untuk tetap di barisan pemanah yang berada di atas gunung,  mengakibatkan kaum muslimin bisa dipukul mundur oleh pasukan Khalid bin Walid.  Khalid bin Walid waktu itu masih belum masuk Islam.

Singkat cerita,  peristiwa uhud merupajan peristiwa yang cukup menyedihkan. 70 sahabat rasulullah   meninggal. Paman Beliau, Hamzah radhiallahu Anhu juga meninggal. Bahkan dikisahkan jasadnya setelah mati dicabik-cabik oleh kaum Quraisy. 

Pada peristiwa itu juga Rasulullah mengalami luka yang cukup parah. Gigi Rasulullah patah. wajahnya terluka. rantai yang digunakan untuk melindungi wajah Rasulullah itu ada yang menempel di dahi Rasulullah ﷺ.  Bayangkan perasaan Rasulullah waktu itu seperti apa. 

Kembali ke pertanyaan ibunda Aisyah saat bertanya pada Rasulullah. 

"ya Rasulullah apa yang lebih berat bagimu selain peristiwa Uhud?

sekarang kita simak jawaban Rasulullah 

" Dulu, Saat itu aku berdakwah ke thoif.  saat aku diusir dari Mekkah, aku memilih Thoif untuk tempat berdakwah."

 "Tapi bukan penerimaan yang aku dapatkan kan melainkan cacian, hinaan, siksaan yang aku terima dari masyarakat Thoif. "

"Orang-orang menutup pintunya. orang-orang mengatakan aku tidak waras. orang-orang mengatakan aku penyihir. Bahkan anak-anak kecil berlari-lari mengejar ku sambil melempar batu"

"Dalam keadaan yang seperti itu, aku melihat gumpalan awan yang menaungiku.  dari sana aku melihat Jibril alaihissalam dan menemuiku. Jibril berkata "ya Rasulullah sesungguhnya Allah azza wa jalla telah melihat apa yang kaum mu lakukan kepadamu.  sekarang Allah mengutus dua malaikat penjaga gunung untuk menerima semua perintah mu. Para malaikat itu berkata, seandainya engkau suruh kami untuk menimpakan gunung ini kepada mereka pasti akan kami kerjakan"


Jadi dalam peristiwa itu, Allah mengutus malaikat Jibril dan malaikat penjaga gunung untuk membalas perlakuan kaum Thoif , yang  telah mengusir dan  telah menghina Rasulullah. 

Andaikan saja kita yang berada di posisi itu, saat kita dihina, saat kita disakiti, tiba-tiba bantuan datang kepada kita dan menawarkan bantuan sekiranya apa yang bisa mereka lakukan untuk membalaskan sakit yang telah kita terima, kira kira apa yang akan kita lakukan ?


Tapi lihat jawaban Rasulullah  ﷺ menjawab,

"Tidak. aku tidak menginginkannya" 

maksudnya aku tidak ingin gunung itu ditimpakan kepada mereka

"justru aku berdoa, supaya dari keturunan mereka, akan lahir orang-orang yang akan membela Islam, menjadi penerus dakwah Islam"

Faktanya hari ini, dari beberapa berita yang kita terima orang-orang, Thaif adalah orang-orang yang benar-benar menjadi pembela agama Islam.

nah kembali ke pertanyaan ibunda Rasulullah,

"ya Rasulullah apa yang lebih berat bagimu selain peristiwa Uhud?" 

yang berat bagi Rasulullah itu adalah saat kekuasaan ada ditangan Rasulullah ﷺ .

saat kuasa untuk menghukum kaum yang telah menyakiti, ada di tangan Rasulullah ﷺ , tapi Rasulullah ﷺ  memilih memaafkan kaumnya,  memaafkan kaum Thaif yang  justru dengan memaafkan itu, lahir generasi yang mencintai dakwah Islam, mencintai agama Allah.

 Masya Allah..


bunyi hadis asli nya 

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam saat ditanya oleh istri tersayang, yaitu ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma :

هَلْ أَتَى عَلَيْكَ يَوْمٌ كَانَ أَشَدَّ عَلَيْكَ مِنْ يَوْمِ أُحُدٍ قَالَ لَقَدْ لَقِيتُ مِنْ قَوْمِكِ مَا لَقِيتُ وَكَانَ أَشَدَّ مَا لَقِيتُ مِنْهُمْ يَوْمَ الْعَقَبَةِ إِذْ عَرَضْتُ نَفْسِي عَلَى ابْنِ عَبْدِ يَالِيلَ بْنِ عَبْدِ كُلَالٍ فَلَمْ يُجِبْنِي إِلَى مَا أَرَدْتُ فَانْطَلَقْتُ وَأَنَا مَهْمُومٌ عَلَى وَجْهِي فَلَمْ أَسْتَفِقْ إِلَّا وَأَنَا بِقَرْنِ الثَّعَالِبِ فَرَفَعْتُ رَأْسِي فَإِذَا أَنَا بِسَحَابَةٍ قَدْ أَظَلَّتْنِي فَنَظَرْتُ فَإِذَا فِيهَا جِبْرِيلُ فَنَادَانِي فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ قَدْ سَمِعَ قَوْلَ قَوْمِكَ لَكَ وَمَا رَدُّوا عَلَيْكَ وَقَدْ بَعَثَ إِلَيْكَ مَلَكَ الْجِبَالِ لِتَأْمُرَهُ بِمَا شِئْتَ فِيهِمْ فَنَادَانِي مَلَكُ الْجِبَالِ فَسَلَّمَ عَلَيَّ ثُمَّ قَالَ يَا مُحَمَّدُ إِنْ شِئْتَ أَنْ أُطْبِقَ عَلَيْهِمْ الْأَخْشَبَيْنِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَلْ أَرْجُو أَنْ يُخْرِجَ اللَّهُ مِنْ أَصْلَابِهِمْ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ وَحْدَهُ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا

“Apakah pernah datang kepadamu satu hari yang lebih berat dibandingkan dengan saat perang Uhud?”

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Aku telah mengalami penderitaan dari kaummu. Penderitaan paling berat yang aku rasakan, yaitu saat ‘Aqabah, saat aku menawarkan diri kepada Ibnu ‘Abdi Yalîl bin Abdi Kulal, tetapi ia tidak memenuhi permintaanku. Aku pun pergi dengan wajah bersedih. Aku tidak menyadari diri kecuali ketika di Qarnust-Tsa’âlib, lalu aku angkat kepalaku. Tiba-tiba aku berada di bawah awan yang sedang menaungiku. Aku perhatikan awan itu, ternyata ada Malaikat Jibril  , lalu ia memanggilku dan berseru: ‘Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah mendengar perkataan kaummu kepadamu dan penolakan mereka terhadapmu. Dan Allah Azza wa Jalla telah mengirimkan malaikat penjaga gunung untuk engkau perintahkan melakukan apa saja yang engkau mau atas mereka’. Malaikat (penjaga) gunung memanggilku, mengucapkan salam lalu berkata: ‘Wahai Muhammad! Jika engkau mau, aku bisa menimpakan Akhsabain’.” [1] Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “(Tidak) namun aku berharap supaya Allah Azza wa Jalla melahirkan dari anak keturunan mereka orang yang beribadah kepada Allah semata, tidak mempersekutukan-Nya dengan apapun jua”.

[HR Imam al-Bukhâri dan Imam Muslim]

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

BTemplates.com

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.
  • ()
  • ()
Tampilkan selengkapnya