Tampilkan postingan dengan label Al Qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al Qur'an. Tampilkan semua postingan

Tuhan ada dimana ?? Ini Jawaban yang pas untuk atheis

Banyak orang ketika sudah menguasai ilmu pengetahuan, kecerdasannya meningkat sering kali melupakan Tuhan bahkan menjadi ateis. Mereka lupa bahwa seluruh alam semeseta ini memiliki pencipta, pengatur, . Hal ini dikarenakan mereka menggunakan logika semata. Padahal untuk mampu memahami bahwa kita ini sebenarnya adalah hamba, kita memerlukan cara lain selain logika. Kita menyebutnya sebagai iman. Iman adalah percaya. Salah satu cabang iman didalam islam adalah kita percaya adanya Allah swt. Allah swt sendiri menyebutkan didalam Al Qur’an bahwa Allah itu ada. Bahkan keberadaannya teramat dekat seperti yang tertulis sebagai berikut:


1. Al Baqarah : 186
186. dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

2. Al Qaff : 16-18
Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang Malaikat mencatat amal perbuatannya. Seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya Malaikat pengawas yang selalu hadir.

3. Al-Waqi’ah : 85
Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu. Tetapi kamu tidak melihat.

4. Al Hadiid : 4
 Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada

Jadi, dari beberapa kutipan Al Qur’an, kita tahu bahwa Allah swt ada. Hanya saja, kemampuan kita terbatas sehingga kita tak mampu melihat keberadaan Allah swt.
Tuhan secara kasat mata tidak terlihat, Tapi kita percaya Tuhan itu ada. Kita bisa merasakan adanya Tuhan. Bila diibaratkan seperti ini. Kita tidak bisa melihat udara, baik bentuk dan wujudnya. Namun kita percaya adanya udara. Udara bisa dirasakan melalui hembusan angin.

Bila kita hanya mengandalkan logika saja, barangkali permisalan berikut bisa menjadi suatu pendekatan yang tepat.
Bila ada suatu mesin baru, peralatan baru, HP baru yg itu bener bener baru dan baru diciptakan, kira kira yg mengetahui Cara kerjanya siapa?
Pasti jawaban nya adalah pembuat, pencipta, perancang alat tersebut. Setiap mesin, komputer, alat apapun pasti ada penciptanya. Tidak mungkin datang sendiri. Pasti ada yg membuatnya. Pasti ada yang merancang, membuat model, merealisasikan dan mengamati cipataannya tersebut. Ciptaannya tersebut harus bekerja berdasarkan aturan yang dibuat oleh penciptanya.

Pun demikian. Adanya Bumi, Langit, gunung, matahari, manusia, tumbuhan, hewan dan makhluk sempurna lainnya menunjukkan adanya suatu Dzat Yang Maha Sempurna, Maha Pandai, Maha Menguasai. Kita kenal sebagai Tuhan, Pencipta kita Yang Maha Sempurna. Keberadaan Tuhan bisa dibuktikan dengan melihat hasil ciptaan Nya. Betapa Sempurna nya proses penciptaan manusia menunjukkan betapa hebat nya Sang Pencipta kita. Jadi keberadaan Tuhan bisa dibuktikan dengan mengamati dan melihat ciptaan Nya. Sebagai hamba dan ciptaan Nya, tentu hidup kita sudah diatur berdasarkan aturan Nya, aturan yang telah ditetapkan oleh Allah swt. Tugas kita adalah beribadah sebenar benarnya kepada Allah swt


Semoga jawaban ini bisa membantu menjelaskan. Terima kasih 
Share:

Perbanyak teman yang baik, Insya Allah jadi syafaat di akhirat kelak

Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, dalam hadis yang panjang, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang syafaat di hari kiamat,
حتى إذا خلص المؤمنون من النار، فوالذي نفسي بيده، ما منكم من أحد بأشد مناشدة لله في استقصاء الحق من المؤمنين لله يوم القيامة لإخوانهم الذين في النار، يقولون: ربنا كانوا يصومون معنا ويصلون ويحجون، فيقال لهم: أخرجوا من عرفتم، فتحرم صورهم على النار، فيخرجون خلقا كثيرا قد أخذت النار إلى نصف ساقيه، وإلى ركبتيه، ثم يقولون: ربنا ما بقي فيها أحد ممن أمرتنا به، فيقول: ارجعوا فمن وجدتم في قلبه مثقال دينار من خير فأخرجوه، فيخرجون خلقا كثيرا، ثم يقولون: ربنا لم نذر فيها أحدا ممن أمرتنا…
Setelah orang-orang mukmin itu dibebaskan dari neraka, demi Allah, Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian begitu gigih dalam memohon kepada Allah untuk memperjuangkan hak untuk saudara-saudaranya yang berada di dalam neraka pada hari kiamat. Mereka memohon: Wahai Tuhan kami, mereka itu (yang tinggal di neraka) pernah berpuasa bersama kami, shalat, dan juga haji.
Dijawab: ”Keluarkan (dari neraka) orang-orang yang kalian kenal.” Hingga wajah mereka diharamkan untuk dibakar oleh api neraka.
Para mukminin inipun mengeluarkan banyak saudaranya yang telah dibakar di neraka, ada yang dibakar sampai betisnya dan ada yang sampai lututnya.
Kemudian orang mukmin itu lapor kepada Allah, ”Ya Tuhan kami, orang yang Engkau perintahkan untuk dientaskan dari neraka, sudah tidak tersisa.”
Allah berfirman, ”Kembali lagi, keluarkanlah yang masih memiliki iman seberat dinar.”
Maka dikeluarkanlah orang mukmin banyak sekali yang disiksa di neraka. Kemudian mereka melapor, ”Wahai Tuhan kami, kami tidak meninggalkan seorangpun orang yang Engkau perintahkan untuk dientas…” (HR. Muslim no. 183).
Memahami hadis ini, Imam Hasan al-Bashri menasehatkan,
استكثروا من الأصدقاء المؤمنين فإن لهم شفاعة يوم القيامة
”Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman. Karena mereka memiliki syafaat pada hari klamat.”
Imam Ibnul Jauzi menasehatkan kepada teman-temannya,
إن لم تجدوني في الجنة بينكم فاسألوا عني وقولوا : يا ربنا عبدك فلان كان يذكرنا بك
”Jika kalian tidak menemukan aku di surga, maka tanyakanlah tentang aku kepada Allah. Ucapkan: ’Wahai Tuhan kami, hambaMu fulan, dulu dia pernah mengingatkan kami untuk mengingat Engkau.”
Kemudian beliau menangis.
sumber : https://nasehat.net/197-berteman-dengan-mukmin-yang-baik-menjadi-syafaat-di-hari-kiamat.html
Share:

Al Qur'an sebagai petunjuk hidup



1. Al Quran itu suci, kedudukannya sangat tinggi, gak boleh sembarangan membahasnya.
2. Al Qur’an itu suci, Harus orang suci, ustadz, kyai yang boleh membahasnya.
3. Al Quran gak boleh dibaca orang sembarangan, cuma nabi Muhammad saw lah yang tau artinya dan maknanya.
4. Jangan bahas agama, jangan bahas Islam, Kita gak boleh membahas Islam karena Islam itu terlalu suci, sementara kita belum suci, masih banyak kesalahan.

Beberapa statement diatas sering kita dengar, baik itu di TV, di radio, di koran, ataupun di buku buku. Kedengarannya, kalimat kalimat tersebut benar. Namun bila kalimat kalimat ini dibiarkan berkembang di masyarakat muslim, akan sangat meresahkan dan membahayakan. Kalimat kalimat tersebut bisa menjadi asbab kaum muslim untuk jauh jauh dari Al Qur’an. 
Al Qur’an itu suci. Hal ini merupakan kalimat yang benar. Tak ada satupun orang islam yang berbeda pendapat tentang hal ini. Al Qur’an itu suci, kita menjadikannya seperti itu karena memang ayat ayat Al Qur’an merupakan perkataan Allah swt. Yang jadi masalah adalah, beberapa kalimat yang mengikuti setelahnya.
Bayangkan seperti ini.
Al Quran itu suci, kedudukannya sangat tinggi, gak boleh sembarangan membahasnya”

Bayangkan bila orang awam seperti saya menemukan kalimat seperti ini. Saya sendiri akan menjadikan Al Qur’an ini sangat istimewa. Saya tempatkan di lemari paling tinggi, karena kedudukannya sangat tinggi. Tak boleh ada seorangpun boleh bahas agama karena Al Qur’an itu sangat suci.

Kira kira, hasilnya apa?
Saya pasti jadi semakin jarang untuk membaca, membahas, mendengarkan, mempelajari Al Qur’an. Hal pertama yang menyebabkannya adalah Al Qur’an menjadi jarang saya lihat karena posisinya diatas. Tidak terjangkau. Faktor kedua adalah karena membahas Al Qur’an merupakan sesuatu yang ekslusif. Tak boleh ada orang yang sembarangan membicarakan Al Qur’an. Padahal, Allah swt menyampaikan bahwa Al Qur’an diturunkan untuk menjadi petunjuk manusia. Ibaratnya seperti kompas atau peta, bila kita ingin mencari arah,petunjuk kita sering menggunakan alat tersebut. Begitupun harusnya kedudukan Al Qur’an didalam kehidupan kita.
Hal ini seperti yang dijelaskan Allah swt didalam Al Qur’an yaitu Surat Al Baqarah ayat 2 yaitu,  
2. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa
Nah, Al Qur’an itu sendiri petunjuk bagi manusia. Allah swt juga menjelaskan didalam Al Imran ayat 3-4 Allah swt juga menjelaskan tentang kedudukan Al Qur’an.

3. Dia menurunkan Al kitab (Al Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil,
4. sebelum (Al Quran), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al Furqaan. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai Balasan (siksa).


Jadi sudah jelas kedudukannya. Al Qur’an itu sendiri harus dijadikan sebagai petunjuk, pedoman hidup umat islam. Hal ini ditunjang oleh teknologi yang semakin maju. Mungkin kita belum bisa menguasai bahasa arab. Namun, sudah banyak Al Qur’an yang disertai terjemahan bahasa indonesia sehingga kita bisa membaca terjemahan tersebut secara mandiri tanpa perlu seorang penerjemah. Bila itu belum cukup, ada google translate yang memungkinkan kita untuk melakukan translatiresai secara on line. Tambahan lagi, akan terasa lebih lengkap dan sangat penting bila mempelajari Al Qur’an bersama ustadz, guru ataupun kyai yang ilmunya sudah mapan. 
Share:

Surat Ar Rahman per ayat - Murottal Al Qur'an oleh

Surat Ar-Rahman merupakan surat ke-57 di dalam Al- quran. Surat ini turun di Kota Makkah dan terdiri atas 78 ayat . Surat ini termasuk surat yang cukup populer dan sering dibacakan pada saat sholat dan tilawah. Satu hal yang membuat surat ini cukup terkenal adalah karena adanya pengulangan ayat yang artinya " Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?". Ayat ini diulang ulang sebanyak 31 kali.

Berikut ini saya share surat Ar Rahman dengan pembacaan ayat per ayat. Semoga bermanfaat.

Download disini ya...

Ar Rahman 
Share:

BTemplates.com

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.
  • ()
  • ()
Tampilkan selengkapnya

Labels