1. Al Quran itu suci, kedudukannya sangat
tinggi, gak boleh sembarangan membahasnya.
2. Al Qur’an itu suci, Harus orang suci,
ustadz, kyai yang boleh membahasnya.
3. Al Quran gak boleh dibaca orang
sembarangan, cuma nabi Muhammad saw lah yang tau artinya dan maknanya.
4. Jangan bahas agama, jangan bahas Islam,
Kita gak boleh membahas Islam karena Islam itu terlalu suci, sementara kita
belum suci, masih banyak kesalahan.
Beberapa statement diatas sering kita dengar,
baik itu di TV, di radio, di koran, ataupun di buku buku. Kedengarannya,
kalimat kalimat tersebut benar. Namun bila kalimat kalimat ini dibiarkan
berkembang di masyarakat muslim, akan sangat meresahkan dan membahayakan.
Kalimat kalimat tersebut bisa menjadi asbab kaum muslim untuk jauh jauh dari Al
Qur’an.
Al Qur’an itu suci. Hal ini merupakan kalimat
yang benar. Tak ada satupun orang islam yang berbeda pendapat tentang hal ini.
Al Qur’an itu suci, kita menjadikannya seperti itu karena memang ayat ayat Al
Qur’an merupakan perkataan Allah swt. Yang jadi masalah adalah, beberapa
kalimat yang mengikuti setelahnya.
Bayangkan seperti ini.
” Al Quran itu suci, kedudukannya sangat
tinggi, gak boleh sembarangan membahasnya”
Bayangkan bila orang awam seperti saya menemukan
kalimat seperti ini. Saya sendiri akan menjadikan Al Qur’an ini sangat
istimewa. Saya tempatkan di lemari paling tinggi, karena kedudukannya sangat
tinggi. Tak boleh ada seorangpun boleh bahas agama karena Al Qur’an itu sangat
suci.
Kira kira, hasilnya apa?
Saya pasti jadi semakin jarang untuk membaca,
membahas, mendengarkan, mempelajari Al Qur’an. Hal pertama yang menyebabkannya
adalah Al Qur’an menjadi jarang saya lihat karena posisinya diatas. Tidak
terjangkau. Faktor kedua adalah karena membahas Al Qur’an merupakan sesuatu
yang ekslusif. Tak boleh ada orang yang sembarangan membicarakan Al Qur’an.
Padahal, Allah swt menyampaikan bahwa Al Qur’an diturunkan untuk menjadi
petunjuk manusia. Ibaratnya seperti kompas atau peta, bila kita ingin mencari
arah,petunjuk kita sering menggunakan alat tersebut. Begitupun harusnya
kedudukan Al Qur’an didalam kehidupan kita.
Hal ini seperti yang dijelaskan Allah swt didalam
Al Qur’an yaitu Surat Al Baqarah ayat 2 yaitu,
2. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan
padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa
Nah, Al Qur’an itu sendiri petunjuk bagi manusia.
Allah swt juga menjelaskan didalam Al Imran ayat 3-4 Allah swt juga menjelaskan
tentang kedudukan Al Qur’an.
3. Dia menurunkan Al kitab (Al Quran)
kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya
dan menurunkan Taurat dan Injil,
4. sebelum (Al Quran), menjadi petunjuk bagi
manusia, dan Dia menurunkan Al Furqaan. Sesungguhnya orang-orang yang kafir
terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha
Perkasa lagi mempunyai Balasan (siksa).
Jadi sudah jelas kedudukannya. Al Qur’an itu
sendiri harus dijadikan sebagai petunjuk, pedoman hidup umat islam. Hal ini
ditunjang oleh teknologi yang semakin maju. Mungkin kita belum bisa menguasai
bahasa arab. Namun, sudah banyak Al Qur’an yang disertai terjemahan bahasa
indonesia sehingga kita bisa membaca terjemahan tersebut secara mandiri tanpa
perlu seorang penerjemah. Bila itu belum cukup, ada google translate yang
memungkinkan kita untuk melakukan translatiresai secara on line. Tambahan lagi,
akan terasa lebih lengkap dan sangat penting bila mempelajari Al Qur’an bersama
ustadz, guru ataupun kyai yang ilmunya sudah mapan.







0 komentar:
Posting Komentar