Tampilkan postingan dengan label amal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label amal. Tampilkan semua postingan

ILMU YAKIN...

Oleh Saptuari Sugiharto dari grup

Belajar Wirausaha Bareng Saptuari



Minggu lalu saya dapat rejeki, waktu pulang dari satu tempat saya melihat seorang simbah-simbah berkain jarik membawa tenggok bambu sedang berjalan di pinggir jalan aspal yang ramai, langsung motor saya pepetkan di depan simbah itu..
"Ajeng ten pundi mbah? Monggo sareng leh kulo.." Saya mengajak simbah itu untuk saya boncengkan.
"Inggih mas, matur nuwun.." Tanpa ragu simbah itu naik ke boncengan, siuuutt! PW.. Posisi wuenak!
Motor saya gas pelan, ternyata siang itu saya akan dapat ilmu baru..

Namanya mbah Muji, sehari-hari jualan toge di sebuah pasar di Jogja. Kalau pagi mbah Muji diantar oleh cucunya naik motor sejauh 6 kilometer, cucunya lanjut kerja sampai sore sehingga tidak bisa menjemput mbah Muji ke pasar. Bubaran pasar jam 11 siang, mbah Muji pulang dengan naik bis, turun di perempatan jalan besar, lalu harus berjalan kaki 3 kilo sampai ke rumah di siang hari yang panas itu..
Whottt! Jalan kaki pulangnya?

Eits, tunggu dulu.. Begini terjemahannya dari bahasa Jawa,
"Simbah dulu naik sepada mas tiap ke pasar, cuman sudah 5 tahun ini simbah diantar, pulangnya ngebis, sudah nggak kuat naik sepeda pulang-pergi.."
"Lho bukannya kalau pulang juga jalannya jauh mbah, 3 kilo lho sampai dusun nya simbah.."
"Mboten mas, selama 5 tahun ini hanya 3-4 kali simbah jalan sampai rumah, selalu tiap hari ada saja yang memboncengkan simbah, gonti-ganti orangnya, simbah diantar sampai depan rumah.. Simbah juga gak kenal mereka, ada yang tentara, ada yang perawat, ada yang cah kuliah, bergantian mereka memboncengkan simbah, Simbah yakin saja, pasti Allah yang akan memilihkan dari ratusan orang yang lewat di jalan itu untuk mengantar simbah setiap hari.. Biar jadi pahala mereka semua, simbah tidak bisa membalasnya..."

Wow.. Ilmu yakin Mbah Muji ini mengalahkan teknologi gojek, yang harus pakai gadged untuk memanggil jemputannya.
Seperti siang ini, "ilmu yakin" mbah Muji yang menarik motor saya dapat giliran mendekat dan merapat di depan langkahnya..
Besok pasti ada orang lain yang akan merapat lagi, mengantarkan simbah untuk pulang ke rumah.. Yakin deh! Dengan perbandingan 5 tahun hanya sesekali jalan kaki, simbah membuktikan Allah hadir setiap hari..

Bagaimana dengan kita?
Ketika "ilmu yakin" belum nancep di dada, kita sering ragu ketika berhadapan dengan masalah, yang dicari selalu solusi, bukan Allah.. Padahal Allah lah pemilik segala solusi.
Jadinya Allah dilupakan, solusi malah gak datang-datang..
Ketika masalah-masalah tak kunjung selesai, kita bersandar pada manusia yang juga lemah, curhat kesana sini, malah seperti mengumbar aib sendiri..
Padahal pesan Allah sangat jelas,
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”
[QS. Ath Tholaq: 2-3]

Hutang belum selesai, sabarrr.. Bersandar terus pada Allah biar dikasih jalan keluar..
Ibadahnya makin digenjot habis, habissss sehabis-habisnya!
Masalah-masalah seperti buntu, gak ada jalan keluar, sabarr.. Minta ke Allah langsung semua solusinya, yakin pasti ada jalannya..
Ilmu yakin, "Aku ini diciptakan oleh Zat Yang Maha Kaya, kenapa aku harus takut menjadi miskin.."
Simbah sudah sampai di depan rumah, saya pamitan langsung, sambil menyalaminya, simbah mengguyuri saya dengan doa-doa yang membuat saya merinding mendengarnya..
Jogja yang panas siang ini, entah mengapa jadi terasa sejuk tembus ke hati...
Salam,
@Saptuari
Share:

MENDATANGKAN PERTOLONGAN ALLAH..

Oleh Saptuari Sugiharto dari grup fb  Belajar Wirausaha Bareng Saptuari

Diantara puluhan toko getuk goreng yang ada di daerah Sokaraja Banyumas tidak ada satupun yang saya tau mana yang paling ramai dan direkomendasikan banyak orang. Mobil saya asal belok saja ke salah satu toko untuk membeli oleh-oleh usai takziah di Purwokerto kemarin.
Ketika mulai dibungkuskan saya hilir mudik diantara deretan rak-rak berisi makanan cemilan itu, dari yang pedes ada yang manis juga banyak. Dari yang empuk sampai yang kriuk-kriuk.
Sesekali penjualnya melihat ke saya, membuka HPnya, melihat saya lagi.. mmm, apa wajah saya terendus sebagai pengutil yak? Beli lima yang dikantongin lima belas.. apa ya muat kantong saya ini, menjadi orang yang dicurigai itu gak enak deh!
“Itu mas Saptuari yaa..?” 
Eh ternyata kedok saya terbongkar ketika dia bertanya ke istri saya dan saya nguping..
Yaa wis saya ngaku hehe, menyalami penjual itu.. sebut saja namanya pak Agus. Wajahnya sudah menjelang 50 tahun, melayani kami sejak awal nyaris tanpa senyum. Sinyal radar di kepala saya langsung bunyi... dit! dit! diiiiitttt! Pasti ini urusan kredit.. eh!
“Matur suwun mas sudah mampir ke toko saya, tadi saya bolak balik ngecek HP ngeliat video mas Saptu yang ngajak orang bebas utang, benar enggak yaa.. soalnya kaosnya beda.. Video yang saya terima lewat WA itu yang bikin saya gelisah mas, karena persis dengan kondisi sekarang..
Kata pak Agus mengawali..
Naah radar saya bener kan.. baiklah, saya siapkan kuping mendengar curhatnya sambil beliau mengemas getuk goreng yang kami pesen..
“Saya baru tau soal bahaya riba mas, pantes hati ini gak pernah tenang dibuatnya. Tiap bulan ngejar setoran, uang ludes semua, usaha makin sepi.. sudah 8 bulan saya macet gak bisa bayar mas. Berapa hari sekali toko saya ini datangi pihak bank, mereka minta saya menjual toko ini agar segera bisa lunas. Padahal saya rencana menjual rumah saya, karena toko ini tempat mencari rejeki.. “ lanjutnya
“Memang tinggal berapa pak utangnya?”
“Tinggal 300 an juta mas, nah itulah mas.. coba lihat toko saya ini mas, di pinggir jalan propinsi yang ramai, harganya harusnya 2-3 milyar. Mereka terus ngancem kalau enggak segera bayar mau dilelang, bisa rugi besar saya mas.. mau jualan dimana lagi?” Keluhnya
“Awal utangnya dulu berapa pak?”
“Hanya 400 juta, sudah saya bayar selama 5 tahun lah kok masih 300 juta sisa utangnya. Duh pusing saya, ternyata setoran saya beberapa tahun ini habis bayar dibunganya... gimana ya mas?”
Kelihatan wajah galaunya, kalau tiap hari kayak gini banyak konsumen gak nyaman dilayani.. tanpa senyum, tergadai utang.. efeknya berantai, omzet turun karena penjualnya gak ramah, bisa tuh jadi satu alasannya..
“Kalau bisa tetap nego ke bank-nya pak, sampaikan bahwa tetap punya itikad baik melunasi dengan cara menjual asset lainnya, yaitu rumah.. bikin surat resmi saja pak minta keringanan bunga dihapuskan, atau didiskon karena kondisi toko yang sedang sepi, bahkan persilahkan mereka nunggu disini pak, menghitung omzetnya berapa kalau gak percaya, sambil bapak terus upaya menjual rumahnya..” lanjut saya
Itulah salah satu sifat buruk utang.. MEMBAYAR KEPASTIAN DENGAN KETIDAKPASTIAN.. bayar utang pokok dan bunga itu pasti, jualan rame belum pasti. Resiko ‘untung bareng - rugi bareng’ yang syar’i tidak berlaku disini.
“Saya sudah iklankan kemana-mana, tapi belum laku juga mas. Siang malam gelisah, sampai bingung mau gimana lagi..”
“Naah itulah pak, banyak yang dalam kondisi kepepet fokus ke masalah, dan tidak mau melibatkan Allah.. mohon maaf pak, apa selama ini ibadahnya masih bolong-bolong? Sholat subuh di masjid enggak pak?, sedekahnya rutin belum? Sudah menyenangkan anak-anak yatim belum?”
Saya yang bukan ustadz kalau nembak masalah ini suka jengah sendiri, kayak ngambil kaca kalau saya menasehati tapi tidak konsisten menjalani.. saya termasuk golongan orang munafik.. 
ampun ya Allah!
Pak Agus langsung berbalik ke arah saya.. 
“Itulah mas, saya mau konsisten ibadah kok susaaah ya mas. Apa kebawa hati yang gelisah yaa.. udah 3 hari sholat subuh di masjid, lain hari kesiangan, besoknya saya jadi males ke masjid lagi..”
“Itu mungkin satu yang menghambat solusi hadir pak, gak konsisten.. gak istiqomah! Kita ini manusia penuh dosa, iman naik turun itu biasa, tapi kita harus bisa memaksa badan ini untuk konsisten menjalaninya.. sholat itu BUKAN BEBAN, justru sholat itu yang MERINGANKAN BEBAN. Badan ini kita paksa nanti akan terbiasa. Dan moment sholat itu saat paling tepat kita minta hajat dikabulkan. Apapun itu.. pengen rumah segera terjual agar lunas utang. Hajarrr terus doa itu tanpa putus pak, siang malam sampai nangis-nangis.. mosok sih Allah gak kirim pembelinya..?”
Saya menjelaskan niru gaya para ustadz-ustadz yang ngehits di youtube itu..
“Iya ya mas.. pantes hati ini gelisah terus, dikejar utang siang malam, diteror debt collector.. saya gampang menyerah dalam ibadah..” suaranya mulai melunak..
“Semua butuh proses pak, gak ada yang instan.. disinilah momen kita bisa makin mendekat kepada Allah. Kebuntuan utang ini jadikan jalannya... sampai akhirnya nanti berakhir manis. Coba lihat getuk goreng ini pak.. sebelum bapak jual, berapa banyak prosesnya.. dicabut dari tanah, dikuliti, dikukus, ditumbuk, dikasih warna dan rasa, digoreng hingga mendidih, ditiriskan... baru dihidangkan dengan manis dan laku dijual. Gak ada getuk goreng tumbuh langsung dari tanah langsung dipasang di etalase.. ikuti prosesnya pak, dengan sabar, dan bersandar total kepada ALLAH.. jangan pernah berharap pada manusia, akan banyak kecewanya....”
Pak Agus tersenyum ketika saya pamit menyalaminya, obrolan singkat yang semoga jadi penyuntik energi untuknya.. saya selesaikan transaksi dan memutar mobil untuk meluncur kembali ke Jogjakarta..
Dari puluhan toko oleh-oleh berderet-deret di Sokaraja ini semua hanya urusan dunia. Bisnis yang dibuka bisa jadi dua jalan.. menjadi alat mengejar nafsu dunia saja, atau jadi wasilah pengumpul pahala untuk bekal di akherat nantinya..
Mumpung masih di dunia, saatnya kita mengumpulkan bekal perjalanan abadi sebanyak-banyaknya agar kelak disana tidak terlunta-lunta..
Mulai hari ini.. 
Mulai saat ini.. 
Nunggu apalagi?
@Saptuari

Share:

Kisah Julaibib yang mebuat kita cemburu

Oleh: Salim A. Fillah
(Penulis Buku Jalan Cinta Para Pejuang dan Guru Shirah Pesantren Masyarakat Merapi Merbabu)


JULAIBIB, begitu dia biasa dipanggil. Sebutan ini sendiri mungkin sudah menunjukkan ciri jasmani serta kedudukannya di antara manusia; kerdil dan rendahan.

Julaibib. Nama yang tak biasa dan tak lengkap. Nama ini, tentu bukan dia sendiri yang menghendaki. Tidak pula orangtuanya. Julaibib hadir ke dunia tanpa mengetahui siapa ayah dan yang mana bundanya. Demikian pula orang-orang, semua tak tahu, atau tak mau tahu tentang nasab Julaibib. Tak dikenal pula, termasuk suku apakah dia. Celakanya, bagi masyarakat Yatsrib, tak bernasab dan tak bersuku adalah cacat kemasyarakatan yang tak terampunkan.

Julaibib yang tersisih. Tampilan jasmani dan kesehariannya juga menggenapkan sulitnya manusia berdekat-dekat dengannya. Wajahnya yang jelek terkesan sangar. Pendek. Bungkuk. Hitam. Fakir. Kainnya usang. Pakaiannya lusuh. Kakinya pecah-pecah tak beralas. Tak ada rumah untuk berteduh. Tidur sembarangan berbantalkan tangan, berkasurkan pasir dan kerikil. Tak ada perabotan. Minum hanya dari kolam umum yang diciduk dengan tangkupan telapak. Abu Barzah, seorang pemimpin Bani Aslam, sampai-sampai berkata tentang Julaibib, ”Jangan pernah biarkan Julaibib masuk di antara kalian! Demi Allah jika dia berani begitu, aku akan melakukan hal yang mengerikan padanya!”

Demikianlah Julaibib.Namun jika Allah berkehendak menurunkan rahmatNya, tak satu makhlukpun bisa menghalangi. Julaibib berbinar menerima hidayah, dan dia selalu berada di shaff terdepan dalam shalat maupun jihad. Meski hampir semua orang tetap memperlakukannya seolah dia tiada, tidak begitu dengan Sang Rasul, Sang rahmat bagi semesta alam. Julaibib yang tinggal di shuffah Masjid Nabawi, suatu hari ditegur oleh Sang Nabi, Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam.

”Ya Julaibib”, begitu lembut beliau memanggil, ”Tidakkah engkau menikah?”

”Siapakah orangnya Ya Rasulallah”, kata Julaibib, ”Yang mau menikahkan putrinya dengan diriku ini?” Julaibib menjawab dengan tetap tersenyum.

Tak ada kesan menyesali diri atau menyalahkan takdir Allah pada kata-kata maupun air mukanya. Rasulullah juga tersenyum. Mungkin memang tak ada orangtua yang berkenan pada Julaibib. Tapi hari berikutnya, ketika bertemu dengan Julaibib, Rasulullah menanyakan hal yang sama. ”Wahai Julaibib, tidakkah engkau menikah?” Dan Julaibib menjawab dengan jawaban yang sama. Begitu, begitu, begitu. Tiga kali. Tiga hari berturut-turut.

Dan di hari ketiga itulah, Sang Nabi menggamit lengan Julaibib kemudian membawanya ke salah satu rumah seorang pemimpin Anshar. ”Aku ingin”, kata Rasulullah pada si empunya rumah,”Menikahkan puteri kalian.”

”Betapa indahnya dan betapa berkahnya”, begitu si wali menjawab berseri-seri, mengira bahwa Sang Nabi lah calon menantunya. ”Ooh.. Ya Rasulallah, ini sungguh akan menjadi cahaya yang menyingkirkan temaram dari rumah kami.”

”Tetapi bukan untukku”, kata Rasulullah. ”Kupinang puteri kalian untuk Julaibib.”

”Julaibib?”, nyaris terpekik ayah sang gadis.

”Ya. Untuk Julaibib.”

”Ya Rasulullah”, terdengar helaan nafas berat. ”Saya harus meminta pertimbangan isteri saya tentang hal ini.”

”Dengan Julaibib?”, isterinya berseru. ”Bagaimana bisa? Julaibib yang berwajah lecak, tak bernasab, tak berkabilah, tak berpangkat, dan tak berharta? Demi Allah tidak. Tidak akan pernah puteri kita menikah dengan Julaibib. Padahal kita telah menolak berbagai lamaran..”

Perdebatan itu tak berlangsung lama. Sang puteri dari balik tirai berkata anggun. ”Siapakah yang meminta?” Sang ayah dan sang ibu menjelaskan.

”Apakah kalian hendak menolak permintaan Rasulullah? Demi Allah, kirim aku padanya. Dan demi Allah, karena Rasulullah lah yang meminta, maka tiada akan dia membawa kehancuran dan kerugian bagiku." Sang gadis shalihah lalu membaca ayat ini; Dan tidaklah patut bagi lelaki beriman dan perempuan beriman, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (QS Al Ahzab [33]: 36)

Dan Sang Nabi dengan tertunduk berdoa untuk sang gadis shalihah, ”Allahumma shubba ‘alaihima khairan shabban.. Wa la taj’al ‘aisyahuma kaddan kadda.. Ya Allah, limpahkanlah kebaikan atas mereka, dalam kelimpahan yang penuh berkah. Janganlah Kau jadikan hidupnya payah dan bermasalah..”

Doa yang indah.

Sungguh kita belajar dari Julaibib untuk tak merutuki diri, untuk tak menyalahkan takdir, untuk menggenapkan pasrah dan taat pada Allah dan RasulNya. Tak mudah menjadi orang seperti Julaibib. Hidup dalam pilihan-pilihan yang sangat terbatas. Kita juga belajar lebih banyak dari gadis yang dipilihkan Rasulullah untuk Julaibib. Belajar agar cinta kita berhenti di titik ketaatan. Meloncati rasa suka dan tak suka. Karena kita tahu, mentaati Allah dalam hal yang tak kita suka adalah peluang bagi gelimang pahala. Karena kita tahu, seringkali ketidaksukaan kita hanyalah terjemah kecil ketidaktahuan. Ia adalah bagian dari kebodohan kita.

Isteri Julaibib mensujudkan cintanya di mihrab taat. Ketika taat, dia tak merisaukan kemampuannya. Memang pasti, ada batas-batas manusiawi yang terlalu tinggi untuk kita lampaui. Tapi jika kita telah taat kepada Allah, jangan khawatirkan itu lagi. Ia Maha Tahu batas-batas kemampuan diri kita. Ia takkan membebani kita melebihinya. Isteri Julaibib telah taat kepada Allah dan RasulNya. Allah Maha Tahu. Dan Rasulullah telah berdoa. Mari kita ngiangkan kembali doa itu di telinga. ”Ya Allah”, lirih Sang Nabi, ”Limpahkanlah kebaikan atas mereka, dalam kelimpahan yang penuh barakah. Janganlah Kau jadikan hidupnya payah dan bermasalah..”

Alangkah agungnya! Urusan kita sebagai hamba memang taat kepada Allah. Lain tidak! Jika kita bertaqwa padaNya, Allah akan bukakan jalan keluar dari masalah-masalah yang di luar kuasa kita. Urusan kita adalah taat kepada Allah. Lain tidak. Maka sang gadis menyanggupi pernikahan yang nyaris tak pernah diimpikan gadis manapun itu. Juga tak pernah terbayang dalam angannya. Karena ia taat pada Allah dan RasulNya.

Tetapi bagaimanapun ada keterbatasan daya dan upaya pada dirinya. Ada tekanan-tekanan yang terlalu berat bagi seorang wanita. Dan agungnya, meski ketika taat ia tak mempertimbangkan kemampuannya, ia yakin Allah akan bukakan jalan keluar jika ia menabrak dinding karang kesulitan. Ia taat. Ia bertindak tanpa gubris. Ia yakin bahwa pintu kebaikan akan selalu terbuka bagi sesiapa yang mentaatiNya.

Maka benarlah doa Sang Nabi. Maka Allah karuniakan jalan keluar yang indah bagi semuanya. Maka kebersamaan di dunia itu tak ditakdirkan terlalu lama. Meski di dunia sang isteri shalihah dan bertaqwa, tapi bidadari telah terlampau lama merindukannya. Julaibib lebih dihajatkan langit meski tercibir di bumi. Ia lebih pantas menghuni surga daripada dunia yang bersikap tak terlalu bersahabat kepadanya. Adapun isterinya, kata Anas ibn Malik, tak satupun wanita Madinah yang shadaqahnya melampaui dia, hingga kelak para lelaki utama meminangnya.

Saat Julaibib syahid, Sang Nabi begitu kehilangan. Tapi beliau akan mengajarkan sesuatu kepada para shahabatnya. Maka Sang Nabi bertanya di akhir pertempuran,  “Apakah kalian kehilangan seseorang?”

“Tidak Ya Rasulallah!”, serempak sekali.

Sepertinya Julaibib memang tak beda ada dan tiadanya di kalangan mereka.

“Apakah kalian kehilangan seseorang?”, beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya lagi. Kali ini wajahnya merah bersemu.

“Tidak Ya Rasullallah!” Kali ini sebagian menjawab dengan was-was dan tak seyakin tadi. Beberapa menengok ke kanan dan ke kiri.Rasulullah menghela nafasnya.

“Tetapi aku kehilangan Julaibib”, kata beliau.

Para shahabat tersadar. “Carilah Julaibib!”

Maka ditemukanlah dia, Julaibib yang mulia. Terbunuh dengan luka-luka, semua dari arah muka. Di seputaran menjelempah tujuh jasad musuh yang telah dia bunuh.

Sang Rasul, dengan tangannya sendiri mengafani Sang Syahid. Beliau Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam menshalatkannya secara pribadi. Ketika kuburnya digali, Rasulullah duduk dan memangku jasad Julaibib, mengalasinya dengan kedua lengan beliau yang mulia. Bahkan pula beliau ikut turun ke lahatnya untuk membaringkan Julaibib. Saat itulah, kalimat Sang Nabi untuk si mayyit akan membuat iri semua makhluq hingga hari berbangkit. “Ya Allah, dia adalah bagian dari diriku. Dan aku adalah bagian dari dirinya.”

Ya. Pada kalimat itu; tidakkah kita cemburu?
Share:

SOLUSI UNTUK PNS... (P)ENGEN (N)GLUNASI (S)ISA UTANG

Oleh Saptuari Sugiharto dari grup fb  Belajar Wirausaha Bareng Saptuari
Setelah postingan saya "SK Yang Tergadai" temennya "Putri Yang Tertukar" direpost ribuan orang, banyak kawan-kawan PNS yang curhat ke saya tentang kondisi mereka yang hidup penuh utang. Di satu sisi jelas miris dan ikut prihatin, di sisi lain harus ada solusinya.. kalau enggak ya seumur hidup tersandera oleh utang! Karena gaji mereka otomatis terpotong sebelum sampai di tangan.. yang masih sisa walaupun sedikit masih mending, banyak yang sampai minus untuk bayar utang hingga harus ngobyek sana-sini banting tulang siang malam hanya untuk setor cicilan..
Makin hot karena minggu lalu saya dapat kiriman dari kang Ajat Jatnika di Karawang, headline koran lokal "GAJI GURU PNS SAMPAI MINUS" dengan gambar orang yang seluruh tubuhnya terbelit utang.. ngerii!
Terus kawan saya Makhjudin Zein mantan wartawan di Pekalongan mengirimkan video dokumenter buatannya, tentang seorang pensiunan guru yang harus mengayuh sepeda pulang pergi 34 KM dari jam 12 malam, demi mengantri di waktu subuh di loket pengambilan uang pensiun. Apakah yang diterima utuh? Ooo tidak.. dari uang pensiun 3,9 juta hanya tersisa 395.000 saja! Tiap bulan dia harus membayar utang ke lembaga keuangan 3,5 juta x 60 bulan = 210 juta, padahal uang yang diterima hanya 80 juta, katanya dulu untuk beli sawah.. siapapun yang melihat video itu bakalan nyesek ke ulu hati, baik yang gak punya utang, yang masih punya utang, maupun yang masih kerja di tempat ngutangin uang. Pasti dalam hati kecil kita semua bilang ini gak adil dan dzalim! Ada yang salah di sistem keuangan negeri ini yang berdampak dahsyat hingga ke level masyarakat bawah..
Bagi yang sudah belajar ilmu RIBA gak susah nyari jawabannya, ada di Quran dan hadist kok..
‎"Allah memusnahkan RIBA dan menyuburkan sedekah. Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan bergelimang dosa." [QS. Al-Baqarah: Ayat 276]
Nabi Muhammad SAW bersabda: "Jauhi tujuh perkara yang membinasakan (membawa pada kehancuran), diantaranya... memakan RIBA" [HR Bukhari 2766 & Muslim 89]
Dan jeritan kawan-kawan PNS yang curhat ternyata intinya sama:
"Saya ingin bebas dari semua utang mas!"
"Saya kapok mas! Kerja tapi gak pernah nerima gaji!"
"Saya siap kembali ke nol mas! Ampun deh ngikutin gaya hidup pamer di kantor!"
"Wis kapok mass.. kapok! Hidup siang malam kok hanya mikir cicilan.. kerjaan saya malah gak bener jadinya!"
Sebenarnya solusinya sudah sering saya bahas, tapi kuncinya cuman satu: mau enggak menjalaninya? 
Berat? Ya beraaat laah!
Berdarah-darah? Jelass.. dramatis pokoknya!
Bikin malu? Tentu! Tapi gak malu-maluin di depan ALLAH..
"Apa itu mas? Apa itu! Apa ituuuu!!"
Fiuuuuh! Yuk satu-satu saya tuntun..
1. TAUBAT! 
Minta ampun sama ALLAH karena kita sudah berani mainan riba. Sholat taubat 2 rakaat sebanyak-banyaknya. Bisa sesudah shalat fardhu maupun di waktu dhuha dan tahajut.. pokoknya sholat taubat sebanyak-banyaknya, kejar ampunan ALLAH! Gak usah nyari solusi dulu, gak bakal ketemu.. kejar ampunan ALLAH agar pintu-pintu kemudahan ALLAH bukakan! Kita memantaskan diri sebagai hamba yang penuh dosa dan minta belas kasih dari Tuhan yang menciptakan kita.. dah level paling atas nih!
2. BERAZZAM
Artinya berniat dan bercita-cita dengan sangaaaaaattt sungguh-sungguh untuk bebas utang dan riba! Di level ini kalau niat itu begitu muantab maka perasaan jijik pada utang itu sudah pada level jijik melihat babi dan khamar! Kan semua jelas-jelas diharamkan ALLAH, Tuhan yang punya langit dan bumi, maka pilihannya cuman satu kita taat dan patuh pada aturan itu! 
Riba haram mas? Baca saja di Quran Surat Al Baqarah 275.. masak masih ngeyel pada aturan ALLAH?
Banyak orang yang testimoni mulai merasakan keajaiban di level ini, ketika sudah mantab meninggalkan riba maka satu demi satu keajaiban datang! Ini seperti bukti dari hadist ini:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah akan bersama (memberi pertolongan pada) orang yang berhutang (yang INGIN MELUNASI hutangnya) sampai dia melunasi hutang tersebut, selama hutang tersebut bukanlah sesuatu yang dilarang oleh Allah.” [HR. Ibnu Majah no. 2400]
3. SIAP KEHILANGAN!
Kehilangan apa? Kehilangan benda-benda yang selama ini membuat tersandera!
Gini, utang dengan jaminan SK itu hanya akan lunas di waktu yang telah ditentukan. Pihak pemberi utang tenang, karena ada jaminan dari tempat kerja bahwa tiap bulan gaji otomatis terpotong, gak ada kredit macet.. dan PASTI UNTUNG! Kalau berhutang dengan jadwal waktu 5 tahun, padahal baru setahun sudah terasa begitu sesak di dada, bagaimana cara memblokir yang 4 tahun tersisa? 
Hanya satu pilihan.. lunasi pokoknya, tebass langsung! 
Uang dari mana mas? Ya jual asset salah satu cara tercepat!
Punya motor? Jual aja.. 
Punya mobil? Jual aja..
Punya tanah? Jual aja.. 
Punya rumah? Jual aja..
Hasil penjualan 100% untuk bayar utang! Kalaupun nombok gak banyak-banyak amat laaah..
"Jual barang dan asset itu gak gampang mas? Susah cari pembeli! Berbulan-bulan iklan gak laku-laku juga!"
Mmmm.. pakai ilmu manusia sih! Pakai ilmunya ALLAH dong yang diajarkan Nabi! 
Apa itu? SEDEKAH DI DEPAN!
Niatnya diganti, bukan begini:
"Kalau rumah saya laku, saya akan bersedekah 5 juta kepada anak-anak yatim!"
Tapi begini:
"Saya akan bersedekah 5 juta kepada anak-anak yatim, agar ALLAH ridho dan memberikan jalan keluar. Mengirimkan pembeli yang cocok yang akan membeli asset saya"
Tuh begitu... ada buktinya kalo itu manjur?
Sepanjang saya seminar "Kembali Ke Titik Nol" di berbagai kota, buanyak yang ngasih testimoni setelah asset mereka terjual setelah rutin ngasih makan anak-anak yatim dan duafa! Masak gak percaya sama ilmu yang diajarkan Nabi sih?
4. CARI PENDAPATAN LAIN YANG HALAL!
Sambil proses menjual asset, gak usah malu untuk ngobyek di luar jam kerja asal itu halal! Nyambi jadi driver ojek online boleeeh! Lepaskan itu seragam PNS, ganti jaket warna warni. Halal kok.. angkut!
Mau jualan? Gak dilarang.. belajar jualan online, dari jilbab, flaskdisk, casing HP, sambel kemasan, madu, obat herbal, apapun itulah.. pokoknya asal halal ya sikat! Kumpulkan uangnya untuk membayar pokok utang!
5. UBAH GAYA HIDUP!
Gak usah gampang panasss ketika teman sekantor pada pamer limit kartu kredit, pamer mobil baru, pamer motor baru, pamer laptop baru, apalagi cuman HP baru... haaaalaah, makplenyik lah itu! 
Pokoknya "madep mantep" utang lunas! Fokuuusss jangan gampang panas!
6. MINTA DOA ORANG TUA
Mereka yang melahirkan dan membesarkanmu, cium tangan bahkan kaki mereka agar ALLAH makin ridho.. minta doa dari mereka agar bisa makin kuat menghadapi jeratan utang itu.
Daaaaan... jika moment mengharukan itu datang, engkau bisa membebaskan SK mu, jangan pernah lagi menyekolahkannya.. mulailah hidup hemat dan tertib dalam mengelola keuangan keluarga. Yakin deh, ketika hati tenang, pikiran lapang, itu semua potensi diri dan kreativitas bakal keluarrrr! Energi kebaikan akan berlipat-lipat, dan rejeki akan datang lagi lebih berkah dan lebih banyak...
Janji ALLAH:
"Barangsiapa berhijrah di jalan ALLAH, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak.." [QS An Nisa:100]
Selamat berjuang kawan! Kelak engkau jadi PNS sungguhan.. Pengen Nambahi Sedekah!
Sedekahnya jadi buanyak! Karena rejeki terus datang berlipat-lipat..
Salam lunas!
@Saptuari
Share:

KISAH IMAM MASJID DI INGGRIS YANG HAMPIR MENJUAL ISLAM DENGAN 20 SEN


SEORANG imam masjid di London biasa naik bus untuk bepergian. Kadang-kadang ia membayar ongkosnya langsung pada sopir bus (bukan kondektur).

Suatu kali ia membayar ongkos bus, lalu segera duduk setelah menerima kembalian dari sopir.

Setelah dia hitung, ternyata uang kembalian dari sopir ada kelebihan 20 sen. Ada niatan sang imam untuk mengembalikan sisa kembaliannya itu karena memang bukan haknya. Namun terlintas pula dalam benaknya untuk tidak mengembalikannya, toh hanya uang receh yang tak begitu bernilai.

Umumnya orang juga tak ambil pusing dalam hal begini. Lagi pula, berapa sen pula yang didapat sang sopir karena sisa pembayaran penumpang yang tidak dikembalikan oleh kebanyakan sopir karena hanya receh, artinya sopir tidak rugi kalau ia tidak mengembalikan receh 20 sen itu.

Bus berhenti di halte pemberhentian sang imam. Tiba-tiba sang imam berhenti sejenak sebelum keluar dari bus, sembari menyerahkan uang 20 sen kepada sopir dan berkata, “Ini uang Anda, kembalian Anda ada kelebihan 20 sen yang bukan hak saya.”

Sang sopir mengambilnya dengan tersenyum dan berkata, “Bukankah Anda imam baru di kota ini? Saya sudah lama berpikir untuk mendatangi masjid Anda demi mengenal lebih jauh tentang Islam, maka sengaja saya menguji Anda dengan kelebihan uang kembalian tersebut. Saya ingin tahu sikap Anda.”

Saat sang imam turun dari bus, kedua lututnya terasa lemas dan hampir jatuh ke tanah, hingga ia berpegangan pada tiang yang dekat dengannya dan bersandar.

Pandangannya menatap ke langit dan berkata, “Ya Allah, hampir saja saya menjual Islam hanya dengan 20 sen saja.” (al-Brithani wa amaanatul Imam, Ahmad Khalid al-Utaiby).

Maka berdakwah tak hanya dengan dalil, tapi juga dengan akhlak, agar jangan sampai orang-orang menjauh dari Islam karena perilaku kita yang justru tak sejalan dengan apa yang Islam gariskan.

Setiap kita adalah sohibul Islam (pengemban nama baik Islam). Jangan dikira ketika kita berbuat buruk hanya nama kita yg buruk tapi juga nama Islam yg kita beragama dengannya. Di dada setiap kita ada nama baik Islam yg dibawa kemana-mana.

Isyhadu bi ana muslimun! (Saksikanlah bahwa saya muslim!)

Share:

Hukum Gadai Dalam Islam - Tanya Jawab Ustadz

Mungkin di sekitar kita, ada banyak orang yang mengerjakan aktivitas gadai menggadai. Lantas, apa hukum gadai dalam Islam? Berikut ini merupakan penjelasan dari beberapa ustadz terkait hukum gadai tersebut. Check this out.

1. Hukum Gadai yang dijelaskan oleh ustadz Abdul Somad.

Link penjelasan ceramah ustadz abdul Somad, bisa diakses melalui link berikut ini.
Hukum Gadai - Penjelasan Ust Abdul Somad 

Ada peserta pengajian (PP) yang bertanya pada ustadz Abdul Somad (UAS),

PP       : "Pak Ustadz, Saya pinjam uang 10 juta. ini tanah dan sawah saya sebagai jaminan"
UAS    : "ini uangnya. sertifikat nya saya pegang. Selama kamu belum bisa mengembalikan uang, maka saya tidak akan mengembalikan sertifikatnya dan tanah dan sawah tidak boleh saya pakai"
PP : "baik Ustaz"

Seandainya sawah dan tanah tersebut digarap oleh pak UAS, diambil untungnya, maka termasuk Riba, yaitu setiap pinjaman yang mengambil manfaat dan mengambil keuntungan, yaitu panen padi ataupun yang lain, maka termasuk Riba. Bila ini terjadi, maka yang miskin akan semakin miskin dan yang yang kaya akan semakin kaya, mana mungkin yang meminjam uang bisa bayar, karena setiap tahun dia diperas, akhirnya karena tidak bisa bayar, tanah tersebut diambil oleh yang meminjamkan uang.

Sebenarnya, Islam tidak begitu. dalam hukum Islam yang benar adalah, ketika sang pemilik sawah dan tanah meminjam uang kepada peminjam uang, maka peminjam uang mengizinkan sang peminjam untuk tetap menggarap sawahnya. Dari hasil sawahnya ini lah dia mendapat keuntungan lalu membayar semua hutang hutangnya. ketika sudah lunas semua, maka sertifikat tanah dan sawah baru dikembalikan kepada yang meminjam.

Terus, yang meminjam uang dapat apa???
Yang didapat oleh pemilik modal adalah pahala, surga, akherat karena saling tolong menolong. 

Yang terjadi pada masyarakat sekarang bukanlah saling tolong menolong, tetapi telan menelan. (hadirin tertawa)

(pertanyaaan selanjutnya)
PP       : bagaimana kalo yang digadaikan itu adalah kebun yang memiliki buah buah untuk dipanen, misal kebun kelapa, kebun rambutan . Buahnya dikemanakan ustaz?
UAS     : Buahnya jelas milik yang punya kebun. Sebagai buah keberhasilan memelihara dan merawat kebunnya.  bukan milik yang memberikan pinjaman. Adapun surat tanah, kebun yang digadaikan hanyalah sebagai jaminan. Agar peminjam membayar kewajibannya. Buahnya tetap milik sang pemilik kebun. buah dan keuntungannya nanti dipakai untuk melunasi hutang hutangnya.

Andaipun sang pemilik lahan memberikan sebagian panennya kepada yang meminjamkan uang, maka ini dibolehkan, sebagai hadiah. Bukan bunga.

Nah, itu tadi merupakan penjelasan dari Ustadz Abdul Somad, atau yang dikenal UAS. 
                                                                     Selesai                                                                        

Selanjutnya, dijelaskan hukum gadai menurut penjelasan Ustadz Khalid Basalamah. 


Link penjelasan ceramah ustadz Khalid Basalamah, bisa diakses melalui link berikut ini. 


Ada peserta pengajian (PP) yang bertanya kepada ustadz khalid basalamah, 

PP     : Ustadz, tetangga saya meminjam sejumlah uang dengan jaminan sepeda motor. Halalkah apabila saya memakai sepeda motor itu ke kantor setiap hari selama tetangga saya tersebut belum mengembalikan uang pinjamannya tersebut?

UKHB  : Gak Boleh. jaminan gak boleh dipakai. Darimana hak antum memakai? Kecuali dia bilang, "Saya pinjam uang, ini motor saya sebagai jaminan. Silahkan motor saya dipakai" 
Saya sudah pernah bilang, hutang dan gadai, tidak boleh mengharap balasan. Itu memang sudah jasa akhirat. Dia minjam sejuta, berikan sejuta. Kalo bisa tidak usah memakai jaminan. Tapi kalo memang dia kasih jaminan, dalam satu bulan dia gak bisa bayar berarti itu gadai, digadaikan sama dia, sama saja dia menggadaikan.Kalo hutang tanpa jaminan, ini namanya hutang murni.kalo hutang dengan jaminan ini namanya gadai.Berarti dalam hal ini dia menggadaikan motornya, karena kalo bila sampai jatuh tempo, misalnya sebulan dia belum bisa membayar hutangnya sampai waktu yang disepakati, maka kita punya hak untuk menjual. Boleh kita jual. Andaikan dia meminjam sejuta, lalu motornya laku 5 juta, maka kita mengambil uang yang dipinjam yaitu 1 juta, lalu sisanya dikembalikan kepada peminjam uang tersebut tanpa dikurangi biaya jasa, seperti bunga, uang terima kasih, ataupun yang lainnya. 
                                                                     Selesai                                                                        


Selanjutnya, dijelaskan hukum gadai menurut penjelasan Buya Yahya, 


Link penjelasan ceramah Buya Yahya, bisa diakses melalui link berikut ini. 

PP    :    Buya mau tanya, soal barang yang digadaikan. Yang boleh minta izin untuk pinjam itu yang pinjam uang atau yang punya barang?
BY    :  Inget sudah dijelaskan masalah gadai. Yang meminjam kan uang tidak boleh menggunakan barang gadaiannya!! sebab itu jenis manfaat. jadi kalo anda meminjamkan uang kepada seseorang lalu dia menggadaikan motor kepada anda, anda tidak boleh menggunakannya. Kebanyakan ulama berkata, biarpun anda diberikan izin, sebab izinnya  bisa karena izin kepaksa. Karena apa? karena ya gak enak kalo gak diizini, karena sudah dipinjemi duit. Berkembangnya kedzoliman ini ada di masyarakat sana (Barat -Red). kalau sudah orang pinjam uang, maka gadainya itu sawah. Rupanya setelah itu yang ngerjakan, yang ngarap sawah itu adalah yang minjemin uang. Terus, yang pinjem uang, bayarnya darimana ? Saya punya uang. Anda pinjem uang. Saya pinjamkan uang kepada anda 20 juta, gadaiannya adalah sawah. Ni sawahnya biar saya yang nggarap. HARAM!!

Yang pinjem uang semakin terhimpit. darimana dia punya uang untuk membayar hutangnya?? Wong sawahnya dipakai oleh yang pinjamkan uang. 

Adapun yang meminjam uang boleh untuk mengolah sawahnya asal dengan dua syarat yaitu:
1. dapat izin dari yang meminjamkan uang 
2. Nilainya tidak berkurang. 
jadi, yang pinjam uang boleh untuk memakai barang gadaiannya asal dengan dua syarat diatas.

Misalnya, Saya meminjamkan uang kepada anda 100 juta, dengan jaminan/gadaiannya mobil. Mobil ini boleh diletakkan di pihak peminjam uang, di pemberi pinjaman, ataupun di pihak ketiga, karena keduanya belum saling kenal. (Tolong menolong harus berjalan). Jadi jangan gara gara belum kenal, tidak bisa pinjam meminjam. Inilah indahnya dalam islam. 

Anda tidak kenal kami, tapi anda butuh uang. Saya pinjami kepada anda uang pakai gadai. anda juga belum percaya kepada saya, jangan jangan gadainya malah dijual, makanya dititipkan ke pihak ketiga . Seandainya nanti tidak sanggup membayar, maka gadaiannya tersebut bisa dijual. uang penjualannya digunakan untuk melunasi hutangnya dan sisianya diberikan kepada sang pemilik barang 

Jadi kesimpulannya, barang yang digadaikan boleh dipakai hanya oleh yang meminjam uang asal dengan dua syarat diatas yaitu 
1. dapat izin dari yang meminjamkan uang 
2. Nilainya tidak berkurang. 

Agar tidak salah, boleh dicek videonya melalui link yang sama dengan yang ada diatas

                                                                     Selesai                                                                        


Demikian penjelasan dari ketiga ustadz yang insya Allah bisa bermanfaat bagi kita semua. 
Share:

Tujuan dari Puasa adalah agar kamu bertakwa

Apa sih sebenarnya target bagi orang berpuasa? Catatan ini merupakan hasil rangkuman saya sewaktu mendengar ceramah ustadz di DT Bandung.


Setiap ibadah pasti memiliki tujuan tujuan tertentu. Begitu juga dengan ibadah puasa. Target bagi orang yang berpuasa sebenarnya sudah dijelaskan di dalam Al Qur’an, yaitu menjadi orang yang bertakwa seperti yang tertulis di Qs Al Baqarah 183
183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,

Sebenarnya apa sih sebenarnya maksud orang yang bertakwa? Apakah pengertian takwa itu adalah melaksanakan perintah Allah swt dan menjauhkan segala larangan Nya? Agar lebih komprehensif penjelesannya, Mari Kita cek beberapa penjelasan maksud dari orang bertakwa di Al Qur’an. Seperti yang dijelaskan di Al Baqarah 2-5 sbb
2. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa
3. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.
4. dan mereka yang beriman kepada kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummu serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat
5. mereka Itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung

Jadi menurut Al Baqarah ayat 2-5, maksud dari bertaqwa yaitu:
  1. beriman kepada yang ghaib
  2. mendirikan shalat
  3. menafkahkan sebahagian rezki
  4. Beriman kepada kitab Al Qur’an dan kitab kitab terdahulu
Nah, setelah beberapa hari kita puasa apakah kita sudah termasuk orang yang bertaqwa dengan kriteria seperti ayat diatas?

Selain itu di ayat lain, Allah swt juga menjelaskan apa maksudnya orang orang yang bertaqwa, seperti yang ada di Al Imran 133-135
133. dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,
134. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
135. dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau Menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

Jadi berdasarkan penjelasan ayat Ali Imran 133-135, orang yang bertaqwa itu adalah
-        Menafkahkan hartanya di waktu lapang maupun sempit (sedekah, infaq)
-        Mampu menahan amarahnya
-        Mema’afkan kesalahan orang
-        Sering meminta ampun kepada Allah swt atas dosa dosannya
Nah, setelah beberapa hari kita puasa apakah kita sudah termasuk orang yang bertaqwa dengan kriteria seperti ayat diatas?

Di ayat Qs An Nahl ; 30, ciri ciri orang yang bertaqwa adalah, segala kejadian yang terjadi padanya, semuanya diyakini sebagai kebaikan yang Allah berikan padanya.
30. dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?" mereka menjawab: "(Allah telah menurunkan) kebaikan". orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. dan Sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan Itulah Sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa,

Mungkin itu saja catatan yang berhasil saya rekam. Semoga bermanfaat.




Share:

BTemplates.com

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.
  • ()
  • ()
Tampilkan selengkapnya