Prinsip di Bulan Desember

Prinsip, Bahasa lebih sederhananya disebut aturan, hukum, kepercayaan yang dipegang teguh oleh sekelompok orang, ilmuwan, penduduk ataupun bangsa. 

Contoh sederhana begini. Persegi, mempunyai prinsip, atau aturan yaitu memiliki 4 sudut dengan sudut 90 derajat dan memiliki Panjang sisi yang sama. Jumlah sudutnya tidak bisa diganti menjadi 5 karena ditoleransi jumlahnya. Ketika jumlah sudutnya ditambah menjadi 5, Namanya bukan lagi persegi tetapi polygon. Pun demikian bila Panjang antar sisinya tidak sama Panjang, Namanya bukan lagi persegi, bisa jadi persegi Panjang. Ini yang dimaksud prinsip, aturan, hukum. Tidak boleh diganti ganti. Ketika diganti, bukan lagi persegi, tetapi bentuk lain 

Contoh simpel kedua. Roda, disebut roda karena bentuknya yang bulat dan bisa menggelinding. Roda dipakai pada kendaraan roda dua, roda empat ataupun kendaraan lain. Namanya bukan lagi roda apabila bentuknya diubah menjadi persegi Panjang. Fungsinya sudah berubah. Gak bisa lagi gelinding. Ketika tidak bisa menggelinding, sudah pasti bukan roda. 

Ini maksudnya prinsip. Pun juga dengan agama. Agama itu sebuah prinsip, kepercayaan yang dianut oleh pemeluknya. Prinsip agama memiliki aturan masing masing. Kita tau di dunia ini, diakui beberapa “agama” dengan kepercayaan dan prinsip masing masing. Nama agama nya berbeda beda karena memang memiliki prinsip yang berbeda beda pada beberapa hal. Ketika prinsip agama itu diubah ubah, maka agama tersebut sudah bukan lagi agama sesuai awalnya. 
Orang Kristen memiliki prinsip kalau tanggal 25 Desember itu adalah hari kelahiran Tuhan nya, disebut sebagai hari Natal. Mereka percaya kalau Tuhan mereka dilahirkan pada tanggal 25 Desember.  Maka, mereka merayakan hari tersebut dengan cara nya masing masing. 

Orang islam juga memiliki prinsip, prinsip yang tidak bisa diubah, ditambah atau dilanggar. Prinsip orang islam adalah kalau tanggal 25 Desember itu bukan lah hari suci. Bukan hari kelahiran Tuhan. Karena Tuhan tidak pernah dilahirkan. Kapan dan dimana. Karena memang Tuhan itu lah yang menciptakan, bukan dilahirkan. Ketika orang islam “dipaksa” mengakui tanggal 25 Desember itu sebagai hari kelahiran Tuhan, maka otomatis prinsipnya sudah berubah. Agama nya bukan lagi murni islam. Prinsip islamnya sudah berubah. 

Wajar sekali ustadz, ulama, pemuka islam melarang orang islam untuk mengatakan selamat natal. Karena kalimat ini memiliki efek yang besar. Keislamannya pemeluk islam yang mengatakan selamat natal bisa menjadi batal. Karena mereka secara langsung mengatakan ada Ilah lain selain Allah

Disini kita harus sadari dari awal. Masing masing orang memiliki kepercayaan dan prinsip yang dipegang teguh dan gak boleh diubah ubah. Prinsip tetap prinsip. Prinsip tidak boleh diubah hanya karena kata kata toleransi. Toleransi harusnya ada pada hal hal yang bukan prinsip dan kepercayaan. 

Mendekati Desember, kata kata toleransi akan semakin banyak terdengar. Hal ini karena ada 1 hari yang dipercaya oleh teman teman, guru, dosen kita sebagai hari besar mereka. 

Bagi teman teman, bapak bapak, ibu ibu yang memiliki kepercayaan berbeda, silahkan saja. Tulisan ini bukan berarti memaksa kalian masuk kepada Islam. Karena di Islam tidak ada pemaksaan kepada orang lain untuk masuk kepada islam. 

Mari kita saling bertoleransi pada hal hal yang bukan prinsip. Kepada rekan rekan, saudara saudara, ibu bapak yang menjalankan kepercayaannya di ujung Desember, selamat merayakan sesuai kepercayaan.

Penjelasan yang saya tulis ini memiliki dasar dan prinsip. Keterangannya ada di video ustadz Haikal Hasan berikut ini. 



ada juga penjelasan bunda Irena Handono tentang apa yang terjadi pada 25 Desember .




Share:

0 komentar:

Posting Komentar

BTemplates.com

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.
  • ()
  • ()
Tampilkan selengkapnya