Gerakan ini dimulai kira kira sejak 2005 di Masjid Jogokariyan. jumlah biaya dalam setahun dihitung, dibagi 52 pekan, sehingga ditemukan biaya setiap pekan. Lalu, angka itu dibagi lagi dengan kapasitas masjid; ketemu biaya per tempat salat. Jamaah diberitahu bahwa dalam sepekan mereka berinfak dalam jumlah tersebut, maka termasuk jamaah mandiri.
.
.
Jika lebih, dia jamaah pensubsidi. Namun kalau kurang, dia termasuk jamaah disubsidi. Gerakan jamaah mandiri ini sukses menaikkan infak setiap pekan hingga 400 persen di Masjid Jogokariyan. Ternyata, orang malu jika ibadah sampai disubsidi.
.
.
Misal Setiap bulannya, sebuah Masjid mengeluarkan biaya operasional rutin berupa biaya listrik, tagihan air, pengeluaran di setiap hari Jum'at, pengeluaran di pengajian mingguan dan biaya biaya lain. Biaya biaya tersebut bisa dipenuhi oleh infaq dan sedekah dari para jama'ah masjid.
.
.
Seandainya setiap bulan nya sebuah Masjid mengeluarkan 5 juta, lalu jumlah jamaah yang hadir di setiap Jum'at nya berjumlah 200 orang, lalu dibagi lagi per bulan ada 4 pekan, maka pengeluaran yang dihabiskan oleh masjid untuk tiap jamaah sekitar Rp 7.000 per orang per pekan.
.
.
Ini artinya, bila tiap jamaah ber- infaq Jumat sejumlah Rp 10.000, artinya Jamaah tersebut bisa dikatakan *Jamaah Mandiri* .
.
Bila jamaah berinfaq kurang dari Rp 7.000, artinya Jamaah tersebut disebut *Jamaah yang disubsidi* oleh orang lain. .
Bila dilihat lebih dalam lagi, angka 7000 per pekan itu sama aja dengan 1000 rupiah per hari. Angka ini insya Allah bisa disisihkan oleh sebagian jamaah. .
.
.
Disini disadarkan masyarakat, untuk diajak sama sama berinfaq. Berapapun nilainya. Bisa seribu, dua ribu, tapi infaq bareng bareng untuk dipakai bareng bareng.
.
.
Metode yg dipakai Jogokariyan itu seperti membuat poster kreatif untuk membangun kesadaran masyarakat. Jadi tidak meminta kerumah rumah. Masyarakat diharapkan tumbuh kesadaran nya untuk mandiri dgn ikhlas dan sadar.
.
Ayoo.. jadilah Jamaah yang Mandiri !!! .
.
#menulispositif
#sedekahopini






0 komentar:
Posting Komentar