Ustadz fadlan merupakan da’i asli asal papua. Beliau sudah
mendakwahi rakyat papua selama lebih dari dua puluh tahun. Banyak orang papua
yang masuk islam, syariatnya berkat dakwah ustadz Fadlan.
Hidayah hanya milik Allah swt. Ada banyak cara yang Allah
berikan pada siapa saja yang Dia kehendaki. Salah satu kisah dakwah ustadz
fadlan adalah dengan menggunakan sabun. Suatu ketika belia mendakwahi salah
seorang kepala suku dengan pertama kali mengajarkan cara mandi yang benar.
Sebagai informasi, selama ini warga papua mandi dengan menggunakan minyak babi.
Bagaimana kisahnya sehingga beliau mampu mengislamkan sebanyak 3712 orang ?
Awal kisahnya, sang kepala suku tidak melakukan mandi secara benar. Walaupun Sang
kepala suku telah mandi dengan menggunakan sabun dan sampo (seperti yang sudah
diajari Ustadz Fadlan), namun beliau tidak mau membilas badannya dengan air
sungai. Hal ini dikarenakan kepala suku tersebut belum terbiasa mencium bau
harum yang keluar dari sabun dan sampo. Jadilah ia mandi dengan sabun dan
sampo. Hal ini bertahan selama 5 hari berturut turut. Beliau mandi, memakai
sabun dan sampo lalu bekerja seperti biasa di sawah dengan keadaan tidak
membasuhnya dengan air.
Baca juga
Di hari ke 6, ketika selesai
mandi dan tanpa membilas dengan air, sang kepala suku langsung bekerja di
sawah. Rencana Allah Maha Indah. Saat sang kepala suku tersebut bekerja di
sawah, tiba tiba hujan turun dengan besar. Hal ini membuat beliau berteduh di
bawah pohon. Hujan yang turun sangat besar sehingga mau tak mau, sabun dan
sampo yang tadinya sudah kering, kini muncul kembali. Beliau terus menggosok
untuk menghilangkan busa sabun dan sampo sehingga secara tidak langsung beliau
mencium harum dari sabun dan samponya.
Sang kepala suku lalu pulang dan
langsung tertidur. Beliau tidur pulas dari jam 3 sore sampai jam 9 pagi di
keesokan harinya. Keesokan harinya, Ustadz Fadlan dan rombongan mengunjungi
sang kepala suku. Beliau lalu menceritakan bahwa untuk pertama kali di dalam
hidupnya sang kepala suku mampu tidur dengan sangat pulas. Hal ini dikarenakan
hujan yang kemarin turun dan membuat beliau tidur dengan sangat pulas serta
aroma sabun dan sampo yang membuatnya merasa nyaman. Hari itu juga sang kepala suku diajak kembali
untuk mandi lagi. Kali ini sang kepala suku dengan senang hati memakai sampo
dan sabun lalu membilas badannya. Resmi, Sang kepala suku telah mandi dengan
benar. Sang kepala suku lalu tidur di sore harinya. Ketika bangun, beliau lalu
berinisiatif untuk mengajak kepala suku lain di 28 kampung untuk mandi bareng
di sungai.
Esok harinya, terkumpul sebanyak
3.712 orang untuk mengikuti pelajaran mandi bareng. Saat mengajari mandi, waktu
dhuhur tiba lantas beliau minta ijin untuk menunaikan sholat. Sholat dilakukan
di atas panggung yang sudah dipersiapkan.
Usai ust Fadlan melakukan sholat, kepala suku terlihat
penasaran. Setiap gerakan kepala suku menanyakan apa maksudnya. Dengan cerdas
dan bijak dijelaskan dengan logika yang bisa diterima oleh orang Papua.
Alhamdulillah dengan ijin Allah beberapa kepala suku lantas
berunding dan akhirnya mereka semua memutuskan untuk masuk Islam. “Hari ini
kita bahagia kita senang anak ini telah mengajarkan agama yang benar. Dan kita
akan mengikutinya“ teriak kepala suku diatas panggung menggunakan bahasa Wamena
Mendengar penjelasan tersebut Ust
Fadlan yang menjadi pengurus MIUMI dengan jabatan Paku Bumi (Pasukan Khusus
Bela Umat Islam) beserta rombongan melakukan sujud sukur. Akhirnya 3712 orang
dituntun pelan-pelan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.
Masya Allah... hidayah hanya milik
Allah. Syariatnya dengan menggunakan sabun, beliau berhasil mengislamkan
sebanyak 3.712 orang. Allahu akbar
Baca juga
Baca juga







0 komentar:
Posting Komentar